Semua pasti tahu dan sadar bahwa setiap individu yang bernafas pasti butuh cinta. Well, ini sebuah cerita yang begitu banyak versinya dan mungkin kalian yang hanya merasakan cinta monyet selama ini, akan tahu apa artinya cinta sejati.

Kisah ini berawal ketika aku baru kelas 1 SMP, yg baru beberapa hari mendapatkan hadiah hape baru. Dulu aku gadis tomboy yg sok tau dan Aku bukan gadis polos yang mudah dikadali, walaupun aku benci kadal karena menjijikkan. *LOL #abaikan .

Aku bisa di bilang sangat normal juga pintar memprediksi serta menebak seseorang. Saat itu, sebaris SMS tak dikenal berkunjung ke handphoneku. Biasa. Salah SMS. Dan bahasa klise orang yang kekurangan jodoh, alias gak laku! (setuju?). Entah itu secara sengaja ataupun tidak?? Whatever!!. Tapi, bunyi SMS ini berbeda. Atau mungkin Aku bodoh, karena aku merasa si pengirim terkesan dalam keadaan gawat darurat. Mau nggak mau, atau emang Aku yang bego. Ku balas SMS itu dengan 2 kata yang cukup sopan. “Salah sambung”.
Saat ku tekan tombol send, aku tak pernah tahu, ini semua akan berlanjut dan menghancurkan hari-hariku yang penuh keceriaan (?). Sejak detik ku balas sms darinya. Aku menjadi penasaran akan sosoknya. Tiap hari aku terus menunggu datangnya sms dari orang misterius itu. Dan aku pun sadar, dia orang asing. Tak dikenal. Dia mungkin bukan seperti apa yang di katakannnya. Sedikit demi sedikit aku bebas dari orang itu. Aku sudah tak menunggu-nunggu SMS darinya. Dan mencoba hal menarik lainnya yg bisa menyibukkan diriku.

*****

Datanglah hari itu, hari saat pertama kali ku lihat sosoknya, hari di mana untuk kesekian kalinya aku merayakan hari kelahiranku yg ke-13. Namun dulu acara itu dilangsungkan seminggu setelah hari lahirnya diriku yg ke-13, di karenakan beberapa alasan. Awalnya aku hanya melirik ke sana ke mari karena sudah lama tidak berkunjung dan tidak bertemu serta berkumpul bersama keluarga besarku. Sehingga aku mengamati satu-per satu orang yg hadir di acaraku ini, sampai aku terpaku pada 1 sosok yg menyender di dinding dengan sebuah handphone pada pegangannya. Tentu saja aku tidak peduli, tapi dalam sekejap aku mengembalikan lagi pandanganku ke dia. Ku amati benar-benar, dia tersenyum, yg dapat kuramalkan tepat untukku. Dapat ku temukan sosoknya, Sosok yang benar-benar jauh dari bayanganku. Jauuuhhhhh…. sangat-sangat jauuuhhhh. Tidak sesuai dengan khayalanku. Hari itu, dia memberi kejutan dalam sebuah acara yang kuhadiri. Dia berdiri menggenggam handphone yang baru saja digunakannya untuk menghubungiku. Sekali lagi, Dia tersenyum.
Sempurna.
Hanya itu yang bisa ku katakan dalam hati, untuk menggambarkan sosoknya.

Rasanya benar-benar kikuk ketika bukan lewat perantara lagi aku berkomunikasi dengannya. Dia berkata, “Kenapa SMSnya nggak pernah di balas? Besok-besok jangan lupa di balas yaa.” Kemudian berlalu. Aku pintar. Dan aku tidak akan melakukan hal bodoh dengan termangu menatap sosok (mungkin seperti) dewa yang baru saja pergi.

Apa ya istilahnya? Bukan Love at the first sigh, tapi lebih ke arah terkejut.

******

Hidupku berubah menjadi penuh kejutan karenanya. Bisa ku akui, Aku bukan gadis sempurna. Aku tidak cantik. Dan aku bodoh kalau masalah cinta, karena kalau boleh jujur aku tidak pernah tertarik dalam hal C.I.N.T.A! Tapi ia menerima hampir semua kekuranganku. Ia tetap tersenyum meski aku berbuat salah, dan konyolnya ia hanya menertawaiku, setelah itu ketika aku memeperlihatkan sisi kekesalanku dengan lancang ia hanya mengacak lembut rambutku menjadi tak beraturan, marahkah aku?. Tidak, aku merasa di perlakukan seperti adik kecilnya. Ia memperlihatkan sisi dari sebuah cinta yang indah. Seandainya saja ia punya kekurangan, aku pasti bisa menerimanya. Tapi tidak! Dia tidak punya kekurangan atau cacat apapun. Sudah ku katakan bukan? Bahwa Dia “SEMPURNA”.

******

Sekitar Enam bulan lebih aku mengenalnya, enam bulan dia bagaikan sahabat terbaik sedunia. Membantuku. Mengajariku. Menasihatiku. Dia menyatakannya padaku. Dia menembakkannya tepat dihatiku. Sehingga aku tak bisa lari lagi, karena menurutku yg bisa menyempurnakan hidupku kedepannya hanya dia seorang. Aku sangat menyayanginya.

*****

Hari-hariku menjadi jauuuuuhhhh lebih indah. Tidak! Aku tidak tahu ada orang yang sedemikian romantis! Dia mengirimuku sebuah coklat (yg hingga sampai saat ini telah menjadi nickname di beberapa account jejaring social online milikku) coklat meleleh lewat paket pos. Biar ku jelaskan, kami tidak tinggal di antara Benua Antartika dan Benua Asia. Yahh jarak kami tidak terlalu jauh, aku berada di kota tercintaku yaitu Samarinda, sedangkan dia berada di sebuah kota yg sangat jarang untuk ku jamahi karena sangat jauh yaitu Balikpapan. Menurut kalian itu hal yg benar kah? Karena menurutku sangat norak, karena yg ngantar paket pos itu selalu bapak-bapak, jadi selalu terusik, gak enak di pandang!!! Begitu romantis khan dirinya? Yahhh, begitulah. Sangat bodoh dan konyol!!

******

Saat aku mengenal dunianya, aku bertemu banyak orang. Dan mereka juga bisa di bilang sama seperti dirinya. Sekelompok dewa- dewi yang sempurna. Tapi tidak sesempurna dirinya. Karena mereka punya kekurangan yang jelas. Si playboy yg pelit, sang ratu fashion yg norak, bebek barbeque yg pesek, dan logistik. Mereka ahli di bidangnya masing-masing serta saling melengkapi. Bukan hanya itu, anehnya dunia ini benar-benar sangat adil!! mereka juga PINTAR!!

Setiap aku jalan dengannya, walaupun kami hanya sekedar refreshing. Dia tak pernah lupa membawa Pasukan Pintar’nya. Dan aku dengan percaya dirinya, berdiri tegap di antara mereka, mencoba menyelaraskan dunia ini bahwa aku juga bisa hidup di dunia yg super adil bagi sebagian orang yg sedang beruntung seperti diriku. Kami tidak punya waktu untuk hanya berduaan. Karena kami hidup di bumi yang sesak penuh dengan manusia. Aku cukup senang dengan keadaan ini. Karena aku seolah menjadi adik kecil ditengah dan di antara mereka semua.

******

Perjalanan cinta kami bukan seperti apa yg selalu aku impikan, bukan umpama air yg selalu mengalir dengan ketenangannya. tapi seperti kerikil-kerikil yg tak beraturan. Ya, dalam masa-masa tertentu kami lebih banyak mengalami masalah. Ku akui, jujur kebanyakan dari sifat tidak percaya diriku. Kami selalu putus-nyambung dan putus-nyambung, tapi pada akhirnya aku merasa tetap dia yg bisa mengerti aku. aku memiliki sifat bosan yg tinggi dalam berhubungan dan cepat timbul emosi ketika aku merasa di provokator bila tentang dirinya atau seseorang yg sedang menjalani hubungan denganku. Apalagi jika ada orang yg walaupun hanya sebagai adik tapi dalam pandanganku terlalu membuatku sakit dalam pandangan orang lain, maka aku akan mengabaikannya. Karena aku benci bersaing, aku lebih memilih mundur dan mencari yg lain. Egokah aku? tidak! Ini prinsipku, senang atau tidak senang siapapun perlu tau!

Tapi kenyataan yg lebih pahit aku ketahui adalah si logistik ternyata memiliki perasaan yg sama denganku. Ia telah lama mengagumi orang yg kucintai sebelum aku hadir dan mengubah hati orang yg ku cintai. Ia mengira hubunganku dengan orang yg kucintai hanya akan bertahan paling lambat 1 tahun dan setelah itu bak pahlawan dia akan datang sebagai tempat pencurah segala sakit hati. Bagaimana reaksiku setelah mengetahui itu semua? Seperti yg ku jelaskan sebelumnya! bahwa aku akan mundur dan lebih memilih mencari yg lain. Yg mungkin tidak membuat hubungan persahabatan mereka jadi hancur, dengan menjadi sahabatnya’pun aku masih bisa bercanda tawa dengannya.

Aku membohongi hatiku untuk memutuskan hubungan kami untuk yg kesekian kalinya. Aku menghibur hatiku sendiri dengan beronline ria memposting semua poetry kegalauanku. Tapi, berkali-kali aku menjauhpun semua itu percuma, ia selalu melakukan hal seperti hari-hari biasanya, ia mengirimiku sms, ia menelponku untuk mengingatkanku, ia masih mau berkorban untukku. Bagaimana aku bisa menghindarinya? Mengganti nomorku? Aku bukan tipe gadis jahat penuh ego yg dengan bodohnya melakukan hal itu.

Pada bulan September, aku menemukan orang yg mungkin pas. Sedikit demi sedikit aku menjauh darinya, aku mendalami perasaanku yg baru dengan hubunganku yg baru. Memang hubunganku yg baru ini sedikit berbeda, tapi aku merasakan cinta yg sama. Aku tak lagi menghiraukannya, aku telah masuk ke dunia baru bersama hubunganku yg baru. Aku telah bisa mencintai orang lain dan menganggap dia special di mataku.

Hari-hariku dengan hubunganku yg baru awalnya berjalan sangat kaku. Aku bukan seorang cewek agresif atau banyak omong yg suka ceplas-ceplos pada kehidupan nyata. Tapi jika dalam sebuah media, aku lebih menjadi orang yg berbeda. Hingga sampai saat inipun aku masih bingung dengan sikapku yg belum terjawab ini. Tapi dalam 1 bulan, aku lebih mengenal hubungan dengan orang yg baru saja kucintai. Aku bisa tersenyum, aku lupa dengan duniaku dulu bersama dirinya dan aku merasa ia pengganti yg cocok. Akupun telah mendengar berita bahwa ia dan si logistik tersebut sudah berpacaran, itu semua aku ketahui dari mulut si logistik itu sendiri. Aku dengan ramahnya masih bisa mengucapkan kata “Selamat”, padahal aku saat itu sedang memegang hatiku, meremasnya yg tiba-tiba merasakan perih yg begitu mendalam. Aku bersyukur karena bukan ia –orang yg dulu kucintai- yg mengatakannya padaku, jika tidak mungkin aku sudah menangis di telpon itu.

Pada bulan pertama hubunganku berjalan mulus, tapi di hari-hari berikutnya aku mulai sadar, aku sedikit kecewa dan aku telah cemburu. Dan entah ada setan dari mana pada hubunganku di bulan ketiga, ia –orang yg dulu kucintai- sangat tau bahwa aku telah menggantikan dirinya di hatiku dengan orang yg baru saja ku cintai. Ia sepertinya murka. Ia membuat account jejaring social baru untuk melihat semua postinganku. ia memohon padaku untuk kembali, ia memintaku untuk melepas orang yg baru saja bisa ku terima untuk ku cintai, ia memaksaku untuk membiarkan hatinya masuk lagi ke dalam ruang lingkup hatiku. Aku tidak bisa, walaupun aku kembali dengannya, bagaimana dengan si logistik? Dan bagaimana dengan cinta yg baru saja kucintai?

Hari itu, pada malam hari, ia datang ke hadapanku bersama si logistik. Menjelaskan bahwa hubungannya bersama si logistik tidak ada sama sekali dan hanya bohong belaka agar aku semakin menjauh dari dirinya. Si logistik awalnya mengakui. Tapi tiba-tiba keadaan semakin rumit ketika si logistik mengungkapkan isi hatinya dan kekecewaannya tepat di depanku dan di depannya. “Kamu tak tahu bagaimana jadinya aku? aku yg selalu berada di sisimu ketika dia mencampakkanmu! Aku yg selalu mencoba menjadi yg lebih baik dari dia ketika ia malah membuatmu kecewa! Aku yg tak pernah kau lihat padahal aku selalu berada di depanmu. Kau tak tau bahwa Aku juga mencintaimu, rasa cintaku berbeda dari dia. Bisakah kau mengerti hal ini saja? KAMU TAK PANTAS MENCINTAINYA!” Dan hal yg tak bisa ku terima setelah itu adalah dirinya memeluk si logistik di depanku. Tanpa memikirkan hatiku yg rasanya semakin kacau.
Air mataku mulai megalir semakin deras, aku butuh seseorang, tapi siapa?

Malam itu akhirnya kami duduk bersama –bertiga-. Aku? aku tetap mengunci rapat mulutku, cukup sakit dengan apa yg telah ku lihat dan ku dengar tadi. Ia masih mencoba untuk menredamkan tangisan dari si logistik, sedangkan aku memeluk diriku sendiri, mencari kehangatan pada malam itu. Tak bisa lagi aku hanya berdiam diri, aku tak mau hanya menjadi gadis tolol di tengah-tengah mereka. Dengan ku kumpulkan semua kepercayaan diriku, aku mengucapkan “Maafkan aku, Tapi orang yg pantas di cintainya memang aku. karena aku lebih dulu telah mendapatkan hatinya. Biarkan aku mencintainya sekali lagi.”
Isakan dari si logistik tiba-tiba berhenti, dan ia –orang yg dulu kucintai- menatapku. Ketika itu di gelapnya malam aku dapat melihat wajah murka dari si logistik walaupun tak terlihat jelas. Aku kemudian berdiri. Aku mulai meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa menjadi gadis yg lebih kuat.
“Pulanglah dulu. Kita pikirkan ini sama-sama. Jika kalian terus di sini, hanya akan menambah luka di hati ku.” Ucapku, mungkin lebih ke arah mengusir. Aku masuk ke dalam rumahku, aku mengahancurkan semua benda pemeberian dari –orang yg dulu kucintai-. Aku membencinya, tapi semakin aku membenci , dada ini terasa sesak seperti ada yg menghimpit dengan ribuan hujatan yg tajam.

Kami sama-sama berpikir. Si logistik memberiku kesempatan untuk dapat mencintainya kembali. Tapi aku? bagaimana posisiku saat ini? Aku belum bisa memutuskan hubunganku yg baru. seharusnya aku dapat memikirkan kata-kataku pada waktu itu. Aku tak bisa memutuskan hubugan sepihak ini. Karena jujur dan sangat jujur aku telah mencintainya –mencintai orang yg baru saja kucintai-, aku baru saja menganggapnya adalah segalanya. Aku meminta waktu sebulan untuk tetap mempertahankan hubunganku.

Ya, Sebulan aku telah melewatinya. sebenarnya aku telah lupa pada permintaanku waktu itu, aku telah asik pada dunia baruku bersama orang yg kucintai. Aku merasa pas dengannya, aku merasa cocok dan aku merasa ia memang telah di takdirkan untukku. Tapi dengan lancangnya, ia –orang yg dulu kucintai- mulai berubah. Ia tak seperti dulu. Ia mengancamku lagi, awalnya aku hanya menaggapi dengan perkataan “iya” di jejaring social lain agar ia bisa kembali seperti semula. Tapi entah kapan, aku malah melihat hal yg lain. Dengan murkanya aku melihat jejaring socialnya malah menghujat dan memaksa orang yg baru saja ku cintai untuk kembali mengembalikan aku kepadanya lagi.

Sejak saat itu, Hubunganku dengan orang yg baru saja kucintai tiba-tiba saja berubah. Tapi kami sama-sama mau mengerti dan aku hanya mengabaikan seseorang yg telah berubah itu. Pada Bulan Januari, ia kembali melancarkan semua sikapnya lagi tapi kali ini lebih lembut dan memohon. Aku dapat mendengar ketulusannya. Saat it pikiranku kacau, aku mencoba mencarinya –orang yg baru saja aku cintai- tapi tak mungin! ia sedang berada jauh dari kotaku, menjalani kewajibannya –impiannya-. Aku butuh seseorang yg pas. Dan saat itu jika aku mengingatnya lagi, Aku benci menjadi diriku yg bodoh.

Dengan terpaksa, agar aku bisa menjernihkan pikiranku, hatiku, dan sikapku. Akhirnya egoku muncul. Aku mengganti nomor hapeku. Aku menjauhi mereka berdua. Aku memilih diriku tak mendapatkan siapapun. Aku hanya ingin sendiri. itu tekadku yg kuat. Mungkin hanya itu yg dapat aku pikirkan kala itu, untuk tidak ada yg tersakiti satu sama lain. Aku tidak memberi tau nomor hapeku yg baru pada siapa-siapa. Aku menenggelamkan diriku sendiri, walaupun sebenarnya aku dalam keadaan hancur. Jika ku akui lebih jujur, dulu aku masih memiliki rasa cinta yg lebih besar kepada orang yg baru saja kucintai daripada dia.

Tanpa kata apapun, aku mengakhiri hubunganku yg baru saja berjalan 3 bulan. Mungkin banyak yg berpikir aku hanya cewek yg…. Cuman main-main, mungkin. Tapi terserahlah, itu hak semua orang, aku tak suka berdebat!! Aku malah meninggalkan orang yg baru saja kucintai, padahal hati ini sebenarnya –dulu- sepenuhnya untuk dirinya –orang yg baru saja kucintai-. Tapi aku tetap memilih yg lain dan kembali dengan orang yg dulu kucintai. Ya, aku lebih memilih dirinya untuk menyelamatkan diriku dan tak menyakiti hatiku maupun hatinya lagi untuk yg kesekian kalinya. Ku mohon untuk kali ini saja, dukung aku. biarkan aku benar dengan semua pemikiranku. Hanya kali ini saja.

Setelah aku mengganti nomorku lagi, banyak sms yg masuk. Aku menangis. Tapi tak menyurutkan pilihanku, walaupun tidak tepat seperti apa yg ku bayangkan lagi, tapi aku akan mencari bahagiaku. Entah itu aku harus menangis beribu-ribu kali sekalipun, aku harus sanggup dengan semua pilihanku. Maafkan aku untuk orang yg baru saja kucintai. Aku sekarang telah sadar bahwa memang bukan diriku yg pas disisimu, banyak hal yg tak bisa kamu dapatkan dari diriku dan masih banyak hal yg ternyata sama sekali aku tak sukai dari dirimu yg seharusnya bisa aku terima, tapi aku punya hak. Dan ini pilihanku. Sekali lagi aku minta maaf, silahkan kamu menghujamku, tapi jangan pernah sekalipun kamu membenciku dan sedikitpun punya rasa kesal terhadapku karena aku tak kuat bila benar-benar mengetahuinya.

Di bulan berikutnya aku menjalani hubunganku lagi dengan dia. Sangat baik dan aku bisa kembali walaupun tidak dengan hati yg sepenuhnya. Aku bisa kembali tersenyum lagi –mencoba-. Aku melupakan semua perihal buruk di bulan sebelumnya, di awal tahun baruku yg sangat buruk. Memulainya kembali dengan dia.
Kini aku telah mencintainya kembali, mencintainya seperti pertama kali kami bertemu. Aku sedikit demi sedikit telah bertemu bahagiaku. Aku tahu tuhan memang telah mentakdirkanku bersamanya. Biarkan kami seperti ini.

******

Suatu hari, di hari yg sama untuk pertama kali aku menemukan dirinya, di hari kelahiranku. Tapi kali ini sedikit berbeda, karena ini hari kelahiranku yg ke-15 dan tidak ada acara seperti 2 tahun yg lalu. Semua pasti sudah berubah, tapi tetap pada diriku yg selalu labil. Dan di malam itu, aku menerima telepon darinya. Kami mengobrol dan tertawa bersama. Hingga dia memberiku sebuah kesempatan.

Ia akan menyanyikan sebuah lagu untukku. Tapi aku harus memilih 5 lagu. Lagu pertama adalah SO7 – sephia, Lagu kedua Peterpan – Semua tentang kita, Lagu Ketiga adalah D’Masiv – Rindu setengah Mati. Sedangkan Lagu keempat adalah Astrid – Tentang Rasa. Dan terakhir, ia sebutkan lagu kelima. Aku bingung. Mengapa semua lagu yg ia pilih dalam keadaan Galau. ==’ tapi katanya, ia akan memberikan bonus lagu yg baru saja menjadi bahan obrolan 1 sekolahnya, yaitu Melinda – Cinta Satu Malam. Untung saja waktu itu aku tidak mematikan ponselku.

Karena aku tak mau banyak pikir. Akhirnya aku lebih memilih lagu terakhir, yg menurutku lagu itu adalah lagu kesukaan sahabatku sewaktu SMP, yg sekarang juga sekelas denganku. Ia mengiyakan dan menyuruhku untuk mendengarkannya dengan baik. Kemudian ia memulainya, Aku menaruh handphoneku tepat di depanku. Sedangkan aku memeluk diriku sendiriku, mencoba mencari kehangatan di dinginnya malam yg semakin menusuk permukaan kulitku. Dengan iringan gitar yang sangat indah. Suara itu terus bergema, seperti nyanyian dari surga. Hingga Akhir Waktu.

Ku coba untuk melawan hati
Tapi hampa terasa, disini tanpamu
Bagiku semua sangat berarti lagi
Ku ingin kau disini, tepiska sepiku bersamamu
Takkan pernah ada yang lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan takkan mungkin ada yang lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu
Bagiku semua sangat berarti
Kuingin kau disini
Bagiku semua sangat berarti lagi
Ku ingin kau disini
Takkan pernah ada yang lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan takkan mungkin ada yang lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu
Hingga Akhir waktu
Hingga Akhir waktu
Takkan pernah ada yang lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan takkan mungkin ada yang lain disisi
Kuingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu
Hingga Akhir Waktu
Hingga Akhir Waktu

Ia berkata, “Jangan pernah lupakan lagu ini. Karena ini akan jadi kenangan yang paling berharga.” Aku tersenyum dan ingin mengatakan kata-kataku sendiri. Tapi tiba-tiba semuanya terputus. Tidak ada jawaban apapun diseberang sana. Hening. Meski ku coba berkali-kali, tidak akan pernah ku dengar lagi suaranya di ujung telepon. Aku hanya berpikir bahwa batrainya lowbet, karena sebelumnya ia memberitahukan padaku bahwa obrolan ini tak akan bertahan lama dan semoga lagu itu bisa tersampaikan untukku. Aku hanya tersenyum simpul, sebenarnya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya. Tapi ya sudahlah.

Malam itu aku merasa semakin sepi. Ku tengokkan kepalaku ke gelapnya langit malam, di hamparan ribuan bintang yg menghiasi langit hitam, dengan di temani cahaya bulan yg tampak membuat malam ini lebih indah. Tapi anehnya, segelintir air mata menetes tepat membasahi kedua pipiku. Hatiku merasakan sakit yg begitu mendalam. Dan akhirnya aku hanya bisa mengisak menenggelamkan kepalaku di antara kakiku untuk meredam suara isakanku yg tak terdengar merdu. Ini memori yg paling berkesan dan teringat jelas olehku. Beberapa kalipun aku menghibur hatiku, tetap saja percuma. Mengapa aku baru menyadari, menyadari bahwa aku bukan hanya sekedar menyayanginya ataupun sekedar suka. Tapi aku mencintainya. Ya, aku sangat mencintainya.

******

Selama dua hari tak ku dengar suaranya, tak ku terima SMS darinya. Tak ada kabar mengenai dirinya. Aku sempat kecewa dan marah. Hatiku bertanya-tanya, kemana perginya dia? Sibukkah? Tak memiliki pulsakah? Hapenya sedang rusak kah?. Tapi itu tak mungkin, sesibuk apapun ia pasti tetap akan mencoba menghubungi diriku walau hanya dengan 1 kata. Begitupun dengan pulsa, terakhir kali aku mengirimi pulsa 50ribu untuknya, agar ia bisa menghubungi diriku secepatnya. Tapi hasilnya tetap saja nihil. Apa dia sekarang mencoba mempermainkan diriku? Atau ia sekarang baru sadar bahwa aku bukan tipe cewek yg di harapkan oleh cowok pada umumnya? Tapi mengapa baru sekarang ia menyadarinya? Di saat hatiku tak bisa terlepas darinya? Dia saat ku telah menganggap dia adalah oxygenku, Oxygen terbesarku.

*******

Tepat di hari jum’at, jawaban itu datang pada hari ke-7. Ia telah pergi jauhh. Hal yg sangat ku sesali adalah aku tak ada di sampingnya saat ia pergi, hanya untuk terakhir kali aku ingin dia mendengar secara jelas bahwa aku akan mengatakan “Aku Mencintaimu”. 2 kata yg terkesan simple, tapi entah kenapa setiap umat manusia selalu mempermasalahkannya.
Di jelaskan bahwa hari itu, ia berada di sebuah tempat (tak perlu kusebutkan), tempat terakhir yg aku tau ia mempersembahkan suaranya untukku. Di sebuah jalan karena motornya oleng, secara tak sengaja ia menabrak sebuah benda besar yg membuat tubuhnya terjatuh, terhempas, dan terlempar bersama gitarnya. Ia mengalami kondisi yg darurat. 2 hari ia masih bisa bertahan dengan alat-alat berat yg terpasang di tubuhnya. pada hari ke-3 ia sempat sadar. Ia mengatakan pada semua orang bahwa dirinya baik-baik saja dan memohon atau lebih tepatnya memaksa semua orang untuk merahasiakan keadaanya, hanya dengan alasan agar aku tidak terlalu khawatir dan tetap focus pada ujianku, termasuk pada mamahku sendiri yg akhirnya menuruti permintaannya. Karena ia berjanji pada semua orang, ia akan mencoba sembuh dan membuktikan bahwa ia bisa kembali berada di sisiku.

Aku, aku adalah orang bodoh yg terakhir kali mengetahui semuanya. Saat itu, hanya 1 pertanyaanku di tengah banyaknya emosi yg memuncak di kepalaku yaitu “Mengapa?”. Tapi ia tak sempat menjawab lagi. Aku benar-benar tak mendapat jawaban apa-apa lagi. Ia begitu jahat, ia begitu egois dan ia begitu lebih bodoh dariku!!!

Di saat pemakamannya aku tak menangis, semua begitu khawatir padaku. Lidahku kelu, terisakpun aku sudah tak mampu. Sekali lagi aku kehilangan orang yg sangat aku cintai, tepat di hari selesainya semua ujianku, hanya tinggal menunggu hasilnya saja. Sangat banyak nilaiku yg baik dan cukup memuaskan karenanya, tapi kini ia takkan bisa lagi mengucapkan kata “Selamat” padaku. Takkan bisa. Aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi.

******

Kini semuanya terjawab. Masa dimana aku terkesan dengan semua motivasi yg ia berikan padaku, masa di mana aku tertawa bersamanya dan saat aku menangis (tepatnya terharu) ketika mendapat nilai yang bagus. Masa ketika aku merasakan cinta yang abadi. Cinta yang membuatku sadar akan pentingnya keluarga, sahabat, dan seluruh orang yang ada disekitarku. Sebuah cinta yang mampu memotivasiku untuk hidup lebih baik dari yang kujalani kala itu. Seorang bocah yang sok pintar atau memang pintar, yang akhirnya mengakui kebodohannya karena sebuah cinta yang tulus ia berikan.
Tapi semuanya takkan bisa terulang. Dia telah pergi. Jauh. Kau tak dapat menggapainya lagi. Sehingga seberapa besar cinta ini, tak akan mampu menemuinya lagi. Tak akan bisa membawaku ke masa lalu dan mencegah terjadinya kecelakaan maut itu. Dia pergi dan nggak akan pernah memberiku kejutan lagi. Kejutan terakhir itu, lagu itu, irama itu, akan selalu ku ingat.

******

Aku berteriak. Aku menangis. Aku sedih. Tapi apa yang harus aku lakukan lagi. Lilin kehidupannya telah padam. Menyalakannya lagi pun tak mungkin. Yang bisa kulakukan hanya berkunjung dan menatap ke arah nisan bertuliskan namanya. “Muhammad Ardavin Akbar.” [03 Maret 1994 – 18 Juni 2011]. Banyak yang selalu ingin kukatakan ketika mengunjunginya. Banyak sekali. Cerita tentang diriku, cerita tentang pasukan PINTARnya yang semakin bersahabat denganku, bahwa sempat ada pertikaian di antara kami karena aku hanya pembawa sial bagi dirinya. Namun semua itu terlewati dengan kedewasaan kami. Aku tetap memperhatikan nisan itu, tak ada satupun jawaban. Ingin benar-benar aku bisa bertanya banyak hal lagi paanya. Tapi semua itu tak bisa keluar dari mulutku. Bukan ini yang kuharapkan! Yang ku harapkan hanya satu, dia ada disisiku. Mendengarkan semua ceritaku. Meyanggah pendapatku. Saling memberi selamat ketika kita sama-sama lulus. Bekerja sama membentuk sebuah perubahan. Dia adalah motivator sekaligus cinta sejatiku.

******

Saat aku bercerita banyak hal, aku berharap disana dia bisa tersenyum. Aku berharap dia berkata, “teruslah bicara.” Tapi itu hanya khayalan. Mimpi. Dia tak bicara apapun. Dia tidak akan bicara padaku lagi. Titik demi titik airmata telah jatuh. Aku mencintainya dan sampai saat ini Aku selalu menyayanginya. Aku takkan membiarkan orang lain menjelek-jelekkannya. Biarlah dia menjadi “Bintang” di atas langit sana! Aku berjanji, ketika tiba hari dimana aku menemukan penggantimu. Aku akan mengirim sebuah simbol kebahagiaan untukmu disurga. Simbol yang hanya akan diketahui olehmu, serta Tuhan yang maha pemurah, yang telah membiarkan aku hidup bersamanya, walau hanya sesaat.
Untuk orang yg Kucintai,
“Tunggu aku hingga akhir waktu”

Ambillah makna dari kisah ini, pesanku hanya satu, jagalah seseorang yg kalian sayang dengan baik. Jangan coba membuatnya menangis. Karena cinta itu takdir dan sebuah keajaiban bagi hidupmu. Dan sebuah takdir hanya dapat diubah dengan segala usaha dan keyakinan yang tulus. Buat kalian yang seorang player, hati-hati. Karma selalu menantimu. Sadar, cinta itu bukan sebuah games. Cinta itu sebuah perasaan yang tulus dan tidak memihak. Cinta itu nyata dan bukan hanya mimpi.

Kadang hal yg pertama yg harus kita lakukan sebelum mencintai adalah Mengagumi sosok yg kau anggap sempurna. Menurutku, mengagumi itupun adalah ungkapan cinta yg lebih menakjubkan. Hanya jangan pernah berhenti untuk mengagumi walaupun kadang hanya bertepuk sebelah tangan, karena pada akhirnya Tuhan’lah yg akan berperan untuk menyatukan kalian. Berbahagialah karena bisa mengagumi.

Ini adalah kisah kedua yg terulang kembali dengan versi yg sangat berbeda, tepatnya padaku. Kalian takkan pernah tau kehidupan mendatang. Tapi aku hanya berharap tak ada kisah ketiga-keempat dan seterusnya mewarnai hidup ini. Hanya aku. Hanya kisahku ini yg menjadi penutup untuk menjadi akhir dari kisah cinta yg menyedihkan lainnya. Jadilah seorang Gadis yg kuat, tegar dan gadis yg tak pernah lelah akan selalu mengejar cinta, mencari kebahagiaan.perhatikan sekitarmu. Amati Lingkunganmu. Dan hiduplah dengan penuh cinta juga hargai kasih sayang yg sudah ada di sekitar kalian. Karena satu-satunya yg tidak akan pernah berbohong tentang cinta sejati adalah Allah.

Kisah ini pernah aku publish di berbagai akun milikku lainnya dengan alur dan judul yg sama. Bukan bermaksud agar kalian memberi belas kasihan padaku, bukan untuk memberikan sebuah panutan, bukan untuk memperlihatkan kebodohanku, bukan untuk memperlihatkan kelemahanku, bukan untuk memamerkannya. Tapi aku ingin, kalian jangan pernah menampik cinta yg hadir dan datang di hadapan kalian, karena kesempatan tidak hadir dua kali. Cinta datang dengan versinya masing-masing. Selamat berjuang dan Semoga menemukan Bahagiamu. Amin ^^

Salam Chocholate Lollipop aka MeSya