Author : hyearaulia a.k.a Park HyeAra
 "If you live to be a hundred, I want to live to be 
a hundred minus one day. So I never have to live 
without you."
--- A.A Milne

KIM SEUNG HYO’S POV~

 Aku hanya dapat melihatnya dari jauh dan menatapnya. Aku tidak pernah bisa benar-benar mendekatinya, meskipun aku sangat menginginkannya. Kurasa, dia tidak pernah tahu tentang kenyataan perasaanku ini. Yah… lebih baik seperti itu. Lebih baik dia tidak tahu apa-apa. Kenyataan bahwa aku dengan cukup bodohnya beranggapan bahwa dia adalah kebutuhan primerku. Kenyataan bahwa melihatnya adalah hal terpenting dalam 1 hal di setiap hari dalam hidupku.
 
Aku mencintainya. Dan kurasa dia cukup bodoh untuk tidak mengetahui hal itu. Kupikir dia memang tidak perlu tahu. Cukup–cukup aku saja yang tahu. Itu lebih baik… dibandingkan dengan kenyataan selanjutnya yang hanya akan membuatku merasakan sakit lebih dari ini.
 
6 bulan tepatnya. Aku mengangguminya selama itu dan tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku untuk menghilangkannya dari pikiranku—tidak pernah. Aku… terlalu membutuhkannya dalam selang waktu kehidupanku.
 
Dia seperti oksigen bagiku. Berkeliaran dimanapun aku berada. Seperti racun yang meracuni semua kinerja otak dan pikiranku. Dia bahkan satu-satunya hal yang terlalu penting untuk kuacuhkan. Yah… karena aku tahu aku bahkan tidak bisa hidup tanpanya. Aku terlalu berkecandu dengan kehadirannya—dengan kebutuhan untuk melihat sosoknya.
 
Hari ini, aku melihatnya… bersama dengan seorang wanita.
Cantik, putih, tinggi, menarik dan kurasa ia adalah orang yang baik. Benar-benar tipe idaman semua pria. Bahkan kurasa ia terlalu cantik untuk ukuran seorang wanita biasa—sepertiku.
 
Aku melihat kalian berjalan berdampingan, saling menatap satu sama lain. Dan kurasa, itu bukan sebuah tatapan biasa… tatapan kalian terlalu istimewa hanya untuk sekedar menatap. Bahkan kurasa, orang-orang yang melihat kalian juga akan berpikiran sama tentang hal ini. Kau menatapnya seolah-olah dia adalah sebuah objek yang terlalu menarik untuk kau lewatkan 1 detik saja—dan dia menatapmu seolah-olah hanya kau namja yang bisa ditatapnya di muka bumi ini.
 
Untuk pertama kalinya aku merasa harus menghilangkanmu. Aku telah memikirkannya beberapa jam yang lalu. Aku melakukannya bukan hanya untuk diriku, tetapi juga untuk dirimu. Aku—tidak ingin perasaan ini lebih jauh lagi. Karena aku tahu, ketika aku melihatmu bersamanya. Kau… telah memilih seseorang yang kau inginkan—untuk berada disampingmu.
 
Tapi mungkin… semuanya tidak akan semudah itu. Melupakanmu tidak semudah seperti halnya hanya mengucapkannya saja. Melupakanmu benar-benar seperti mati bagiku. Aku harus menemukan tujuan dalam melakukan segala hal—mulai dari sekarang. Menemukan satu-satunya alasan mengapa aku harus terbangun di pagi hari dan pergi keluar hanya untuk melihatmu. Menemukan kenyataan alasan bagaimana aku bisa mencintaimu hanya karena melihat sosokmu saja.
 
Mungkin hingga saat ini belum ada—belum ada yang dapat membuatku jatuh cinta seperti ini sebaik dirimu. Belum ada objek yang lebih menarik untuk kulihat selain dirimu. Bahkan mungkin belum ada namja lain yang dapat membuatku jatuh cinta hanya dengan kehadirannya saja seperti dirimu. Membuatku merasa jatuh cinta setiap harinya, setiap jamnya, menit, bahkan mungkin—setiap detiknya.
 
Kurasa semua itu hanya kau…