Tittle : Ill Feeling

Author : Evilliey Kim (twitter @CHOCHO_LATTE)

Main Cast :

~ Kim Seung Hyo [YOU]

~ Park HyeAra [OC]

~ Kim Na Yeong [OC]

~ Choi Yoon Jae [OC]

Length : 5026 [Onehsoot]

Genre : Family, Friendship and you can find another genre if you read. ^^

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is only my fiction and pure of my brain. So if there are the similarities names, roles and story lines to copast means they belong to me. Since this is purely my own! If you find the same story please confirm to me immediately. All the OC is result of my research. Hope you like and read it for the umpteenth time again. And author is a typo deficiency. So, the author is to apologize and still enjoy. ^^

N/A : Tulisan berwarna merah adalah masa lampau. Sedangkan tulisan yang diketik huruf besar semua adalah tekanan amarah (maksdunya seperti berteriak, marah dan lainnya). Dan tulisan berwarna lainnya adalah Quotes yang asli milikku sendiri. ^^

~~~ Ill Feeling  ~~~~

Perasaan yang mulai Terabaikan. Perasaan yang telah di Bohongi. Perasaan yang semakin Gelap. Perasaan yang berubah menjadi Dendam. Dan Perasaan yang sudah Mati.

Ketika kau merasakan kehangatan dari sebuah kasih sayang jangan pernah menyangkalnya. Karena ia hanya mencoba untuk menjaga dan melindungimu, maka berikanlah rasa balasan dengan tersenyum kepada mereka. Karena itu akan memberikan rasa teduh.

 

Kegelapan, Kesunyian, Kesendirian dan Kedinginan. Salju mulai turun ke bumi, hari di mana aku melihat banyak cairan berwarna merah kelam, berada di depan mataku dengan dua orang yang tengan tertidur di jalan tersebut. Apa yang terjadi pada saat itu? Aku seperti telah melupakan hal yang penting.

Kebencian berada di mata mereka semua saat melihatku. Aku di anggap berbeda, hingga selalu di acuhkan oleh mereka. Semua anak kecil bermain dan bersenang-senang bersama teman-teman mereka yang lainnya. Mengapa? Mengapa hanya aku yang di abaikan?

“Jangan mendekat!! Kami tidak ingin bermain denganmu!! Ayo kita pergi Yuna-ah~”

Semua mata selalu menatapku dengan tatapan yang sama, BENCI. Aku bertanya pada ibuku, lebih tepatnya Orang yang mengangkatku menjadi anaknya. Namun juga menyembunyikan kebenciannya padaku.

“Eomma~ aku ingin punya teman bermain ~”

“Sabarlah Hyo-ngie-ah~  Kau pasti akan mendapatkan seorang teman untuk bermain bersamamu. Eomma berjanji  akan mencarikannya untukmu ^^”

Aku percaya padanya, pada janjinya untukku. Ia selalu mengabulkan semua keinginanku, ia memberikanku kehangatan dan juga kasih sayang seorang ibu seperti anak-anak lainnya.

“Hyo-ngi-ah~ Kemarilah ~ ^^”

“Ne, Eomma. Apa Eomma membelikanku coklat la___”

Hari itu, aku melihat tatapan yang berbeda. Tapi, tapi ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang ia sembunyikan. Di dalam lubuk hatiku merasakan degup yang sangat cepat.

“Hyo-ngie-ah ~ Kenapa berdiam saja di situ? Sini ^^ Eomma membawakan teman untukmu. Hyeara-ah~ perkenalkan ini Seung Hyo. Kalian bukan hanya akan menjadi teman untuk sekarang tapi saudara. ^^”

Saudara? Apa artinya itu? Eomma, Eomma benar-benar menepati janjinya. Aku tau ia tidak akan mengecewakanku. Di saat itu aku tanpa sadar menangis lagi di depan Eomma. Aku sangat bahagia.

“Hyo-ngie-ah~ Kenapa? Apa kau tidak suka?”

“Hiks, Hiks, A-Ani-ya! Hiks Go- Hiks Gomawo, Eomma ~”

“Ehm. Ne ^^ SSsstt jangan menangis lagi. Eomma membawakan coklat juga untuk kalian berdua. ^^”

Senyuman. Senyuman itu memberiku sebuah kepercayaan. Hatiku merasa teduh. Tapi, apakah senyuman itu, begitu tulus?

“Annyeonghaseo Eonnie, Park HyeAra imnida ^^”

Aku seperti merasakan keluarga yang benar-benar utuh walaupun aku tak tau apa artinya saudara, ia memberiku perlindungan dan kesenangan yang aku inginkan. Ia selalu menemaniku dan mengajariku banyak hal di luar rumah. Dan kau menunjukan kepada anak-anak kecil lainnya bahwa Hyeara’lah yang terbaik dan mengatakan pada mereka jangan pernah mengejekku lagi. Aku menjadi kuat, menjadi lebih baik setelah keberadaannya.

~~~ Ill Feeling ~~~

Hari-hari selanjutnya kami  lewati bersama dengan bermain dan juga belajar. Ia selalu berada disisiku, di setiap detiknya, seperti tak ada yang memisahkan kami, kami terlahir seperti anak kembar. Ia menemaniku dan berada di sisiku dengan sangat sabar tanpa ada bantahan yang terlontar dari bibirnya. Aku tau hanya dia yang tidak berbohong padaku dan dialah yang paling mengerti diriku.

“Eonni, ayo kita masuk. Hari sudah semakin dingin, nanti kita bisa sakit. ^^”

“Aniyaa ~ Aku masih ingin bermain. Temani aku sebentar saja Hyeara-ah ~”

Aku selalu saja memaksanya dan ia selalu saja menurutiku tanpa membantah satu kalipun. Aku masih tak mengerti dengan sikapnya. Tapi. Tapi aku senang, aku hanya menginginkannya di sisiku, bermain bersamaku. Karena, anehnya tubuh ini semakin hari terasa begitu berat. dan ia’lah obat bagiku. Aku hanya bisa bertahan dengannya.

“Akhh!!”

“Eonni!! Gwenchana? Ayo kita masuk.”

“Ani! Aku masih ingin bermain! Kita masih punya banyak waktu sebelum makan malam tiba!”

Dan selalu saja ia menuruti keinginanku. Namun, aku mendengar suara yang berbeda, sebuah isakan. Aku menyakitinya, tanpa aku sadari ia menangis dan ia menutupi tangisannya, dengan menutup matanya dengan punggung tangannya. Aku telah Egois.

“Hyeara-ah~ waeyo? Apa ada yang sakit? Gwenchana?”

“Hiks Hiks. Eonni, ku mohon, masuklah ~”

Benar, hanya kali ini aku tidak boleh egois lagi. Aku juga harus memikirkan perasaannya, karena ia saudaraku.

“Ne, ayo kita masuk. Aku juga telah menyelesaikan membuat istana coklat pasir kita. Lihat, nanti aku akan membangunkan istana coklat terbesar dan menikmati seluruh coklat di dunia bersama ^^ Nah, ayo masuk! Nanti Eomma akan memarahi kita. J

Tanpa ku sadari, senyuman yang selama ini selalu ada untukku, bisa berubah hanya karena keegoisanku. Anehnya, ia tidak membenciku, ia tetap memberikan senyumannya dan berdiri di sampingku.

“Ah! Eomma?”

“sssttt. Ikutlah denganku sebentar, Hyeara-ah. Jangan membuatnya terbangun!”

“Ne.”

Aku mendengarnya. Aku tidak benar-benar tertidur. Entah mengapa ada yang aneh dalam diri ini yang membuat malam-malam seperti biasanya tidak dapat menutup mataku untuk segera bermimpi,  itu terasa sangat sulit. Tak ada yang bisa aku lakukan, aku tidak dapat berdiam diri dan membiarkan diriku dalam rasa penasaran. Aku mengikuti mereka. Aku tau ini hal bodoh yang ku lakukan, seharusnya aku tetap berada di tempat tidurku menunggunya. Karena mulai dari sinilah aku mendengar sebuah kebenaran dan kebohongan mulai terungkap.

“Bagaimana Perkembangannya?”

“Ia semakin baik Eomma. Tapi.”

“Itu sudah lebih dari cukup aku tidak menerima kata Tapi, aku tau dengan adanya kau ia bisa bertahan lebih lama.”

“Eomma, kenapa kau melakukan ini padanya? kau tidak melihat ia sangat menderita. Bukankah Eomma seharusnya__”

“Diamlah dan kecilkan suaramu! Jangan sampai ia terbangun dan mendengar suaramu!”

“Eomma, kau selalu bilang ini yang terbaik untuknya. Tapi, Eomma tak melihat ia semakin tersiksa. Hiks”

Dia, dia menangis lagi. Apa maksud pembicaraan mereka? Mengapa Eomma membuatnya menangis? Mengapa ada yang di sembunyikan dari mereka? Ini benar-benar tidak adil.

“Hyeara-ah, aku mengadopsimu tidak untuk benar-benar menjadi saudara baginya, jadi jangan bertindak seolah-olah kau adalah adik perempuannya.”

DEG! Agh! Terasa menyakitkan di dada ini. Bohong, itu semua bohong! Mengapa Eomma mengatakan seperti itu? Tapi. Mengapa ini begitu sakit. Dan semakin menyakitkan.

“Cepat atau lambat ia akan tau semuanya, tapi tidak sekarang. Pergilah, kembali ke tempat tidurmu sebelum dia sadar kau tak ada bersamanya.”

“Ne. Ehm. Eomma bolehkah aku meminta 1 pertannya?”

“Katakanlah.”

“Ketika ia menyadari semua ini, apa aku harus pergi?”

DEG! Apa yang ia katakana? PERGI? Artinya tidak bersamaku lagikah? Tidak ingin menjadi teman bermainku lagi? Aku meremas dada bagian kiriku begitu kuat, menahan isak tangis agar tidak terdengar. Aku sudah tidak dapat berdiri lagi, ini sudah cukup. Aku telah mendapatkan banyak kebohongan. Aku berlari, menjauh dari tempat tersebut. menutup kedua telingaku rapat-rapat.

“Seharusnya begitu. Tapi lihatlah nanti. Aku hanya akan menuruti keinginannya.”

“Baiklah,aku mengerti Eomma. Mianhae ~ Aku kembali.”

“Hyeara-ah tunggu! Kau tetap akan menjadi anaku, sama seperti Seung Hyo. Karena kalianlah yang hanya aku miliki. Tetap jaga dia sampai aku menemukan yang terbaik untuknya.”

“Ne, Aku mengerti Eomma.”

~~~ Ill Feeling ~~~

8 tahun Kemudian.

Pertumbuhan kami berdua semakin cepat. Aku bukan lagi anak berumur 6 atau 7 tahun yang hanya berpikir untuk bermain dan bermain. Aku semakin tau segalanya, termasuk yang terjadi di dalam diri ini. Tapi sampai saat inipun mereka masih menyembunyikan dan bersandiwara di depanku. Aku tidak boleh kalah dan terperangkap dalam sandiwara mereka, aku memiliki sandiwaraku sendiri.

“Eonni, aku menunggumu dari tadi ^^”

PLAK!

“Lepaskan tanganmu!”

“Ah! Mian Eonni.”

“Berhenti mengikutiku, aku bukan anak berumur 7 tahun lagi, yang selalu di tuntun olehmu. Dan jangan menungguku lagi. Aku tau jalan pulang ke rumah!”

“Tapi. Lebih baik kita pulang bersama. Eomma pasti senang kalau kita selalu bersama ^^ Oh,ya hari ini ada promo coklat merek terbaru. Ayo kita mencobanya dan membawakannya untuk Eomma juga ^^”

“SUDAH KU BILANG MENJAUH DARIKU!! DAN JAUHKAN SENYUMAN ITU DARI WAJAHMU! Pulanglah dan belilah itu sendiri! karena aku bukan anak umur 7 tahun yang bisa kau atur!”

Menjadi keras bukan keinginanku. Tapi mereka –Ibu angkatku dan juga Hyeara selalu saja bersandiwara di depanku. Hingga aku menutup segalanya, berpikir bahwa aku bisa melakukan semuanya sendiri. dengan menjadi dewasa dan berpikir tenang untuk tetap menyaksikan sandiwara mereka yang semakin sempurna.

“Eomma!”

“Ah. Hyo-ngie-ah tumben kau kemari? ada apa? Apa kau kehilangan Hyeara lagi? Mungkin dia ada di kamarnya. ^^”

“Hentikan semua itu. Aku bukan anak berumur 7 tahun lagi yang selalu bertopang dan menuruti orang lain.”

“Ah, benar. Maafkan Eomma. Lalu ada apa kau kemari?”

“Aku ingin pindah kamar!”

“He? Ada apa denganmu Hyo-ngie-ah? Apa kau berkelahi dengan Hyeara?”

“Sudah ku bilang berhenti menganggapku anak berumur 7 tahun.”

“Ah, Mian! baiklah jika itu kemauanmu. Kau bisa pindah ke kamar tamu terlebih dahulu.”

“Baiklah!”

“Hyo-ngie-ah?”

“Ah, Eomma. Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu lagi!”

Ketika aku telah memutuskan dan menutupnya menjadi sangat rapat. Maka hanya akan ada Kebencian dan Keegoisan  yang telah menggelapkan hati ini. Aku tidak perlu lagi di kaisihani karena hanya menjadikanku seorang yang lemah dan juga Bodoh! Dan aku tak ingin lagi masuk ke dalam sandiwara mereka. Semua sudah sangat cukup bagiku, aku tak ingin lebih dari ini.

“Eonni~ ternyata kau ada di taman ^^ Sejak tadi aku mencarimu J

Tatapan itu, mata yang sama saat pertama kali ia di perkenalkan padaku. Tapi semua itu palsu, senyuman itu juga. Aku salah berpikir tentangnya. Ia juga berbohong padaku, menyakitiku secara halus. Aku tidak ingin menatapnya lagi. Aku membalikkan tubuhku, begini lebih baik. Aku yakin dapat bertahan, mulai saat ini tanpa dirinya.

“Apa kau tidak mengerti kata ‘Jangan Mendekatiku Lagi’? dan sudah ku bilang jangan tunjukan senyuman itu di hadapanku!”

“Eonnie, ada apa denganmu? Mengapa kau berubah?”

“Kau seharusnya menanyakannya pada dirimu mengapa aku begini. Seharusnya kau dan Na Yeong__”

“Eonni, dia Eomma kita!”

“Dia hanya ibu asuh!! Jangan bersandiwara lagi Hyeara-ah. Hentikan semua itu. Kau tidak menyadari aku bukan anak kecil yang buta dan hanya mendengar setiap kata kalian seperti dahulu. Aku bukan anak yang polos lagi. Aku sudah tau semua, semua yang kalian sembunyikan dengan sangat baik.”

“Eonni, jadi karena inikah kau merubah dirimu?”

“Tidak! Kalian’lah yang sebenarnya merubahku, bukan aku!! kebohongan kalian,sandiwara kalian dan senyum palsumu! Semua itu menyakitkanku!”

Aku membalikan tubuhku dan menunjukan rasa marahku padanya. rasa kesal yang sudah tidak bisa ku tahan lagi. Aku tidak bisa berdiam diri lagi!

“Eonni, kau hanya salah paham!”

“Kalau begitu jelaskan padaku semuanya!”

“Ku mohon Eonni. Jangan seperti ini. Aku dan Eomma hanya ingin yang terbaik untukmu.”

“Tapi aku merasa orang yang semakin dirugikan. Karena hanya aku yang tak tau apa yang terjadi. Terutama penyakit ini!”

“Ah?”

“Mengapa terkejut dan menatapku seperti itu?”

“Jadi kau kah Eonni yang mencuri semua berkas-berkas milik Eomma?”

“Ne!!”

Mata itu berubah dan tatapannya menjadi sangat berbeda ketika melihatku, sama seperti tatapan anak-anak yang membenciku. Ia memegang dadanya, dan aku dapat melihat dengan jelas air matanya menetes walaupun kami berdiri dalam jarak yang jauh. Ia terlihat kecewa denganku. Padahal aku telah berjanji, berjanji tak akan membuatnya mengangis karena kesalahanku.

“Eonni, Eomma hanya ingin menyelamatkanmu.”

“Dari apa?”

“Dari masa lalumu!!!”

“Akh!!!”

DAG DUG DAG DUG DAG DUG. Ada apa ini? Mengapa dengan jantung ini dan kepala ini berdenyut. Ku mohon bertahanlah, bertahanlah, kau harus membuat dirimu tetap kuat Seung Hyo-ah! Bertahanlah!

Salju? Aku menengokkan kepalaku ke atas, melihat lagit yang mulai dijatuhi butiran lembut berwarna putih. Ribuan kenangan tiba-tiba berkelabut dalam otakku. Darah, suara pelatuk, dua orang yang terbaring. Mereka, mereka orang tuaku. Darah, mereka berlumuran darah.

“Kau tidak mengingat satu hal’pun. Benarkan Eonni? Bahkan kau hanya mendapat kerangka masa lalumu tapi tidak dapat mengingat segalanya? Yang kau ingat hanya datang ke rumah ini dan menjadi anak dari Eomma!”

“Akh!”

Kepalaku terus berdenyut merasakan sakit yang begitu menghujam. Benar, aku tak dapat mengingat apapun. Bahkan orang tuaku sendiri. Namaku, ini adalah nama pemberian darinnya. Dan aku telah tinggal di sini semenjak berumur 4 tahun. Namun yang ku ingat, aku tak dapat melakukan apapun pada saat itu, aku hanya di kurung.

“Eomma tau kau akan bertumbuh menjadi semakin dewasa. Tapi ia tetap berusaha yang terbaik untukmu! Mungkin nanti Eomma akan memarahiku, tapi aku tidak ingin membuatmu menjadi lebih benci kepada Eomma.”

“Ceritakan saja! Jangan berbelit-belit!!”

Seharusnya saat itu aku tidak menuntut dan menutup kupingku. Dan tak harus memperlihatkan kelemahanku di depannya. Aku membelakanginya lagi, membiarkan setiap tetes air mataku mengalir.

“Kau adalah anak dari seorang Pembunuh Bayaran Eonnie!”

GLEK. Aku merasa perputaran dunia tiba-tiba berhenti. Semua benda di sekitarku seolah dapat berbicara dan juga menjelekkanku.

“Orang Tuamu adalah Pembunuh Bayaran yang telah terkenal bahkan dicari oleh pemerintah dunia. Orang Tuamu, mereka telah membunuh pejabat dan orang penting lainnya. Mereka begitu di benci oleh banyak orang karena membunuh hanya dengan Nafsu!”

“Eonni, kau terlahir lemah. Jantungmu. Tidak dapat bekerja seperti anak-anak lainnya. Kau akan merasa cepat lelah.”

Aku memegang bagian kiri dadaku. Aku sudah tau mengenai penyakit ini setelah mengambil seluruh berkas-berkas yang di sembunyikan oleh Eomma. Eomma bilang itu hanya berkas biasa. Ia mengatakan, aku memang harus di periksa setiap minggu karena luka goresan di kepalaku dan meminta beberapa obat agar luka itu bekas hilang, ia bilang luka itulah mengapa anak-anak lainnya membenciku, luka itu membuat mereka takut. Padahal itu hanya luka goresan biasa. Ia selalu saja tak bosan berbohong padaku dan sebenarnya ia telah menggores dan membuat luka yang semakin dalam di hati ini.

“Dan yang membunuh orang tuamu adalah Orang Suruhan pemerintah. Namun, Pemerintah mengatakan bahwa pembunuhan itu adalah kecelakaan mobil dan seluruh orang beranggapan itu karma untuk orang tuamu yang telah banyak membunuh. Kau juga ikut terseret dalam pembunuhan atau sebut saja kecelakaan mobil tersebut. kedua orang tuamu memang tidak selamat tapi kau memiliki keberuntungan, Eonni. Namun, karena pendarahan yang begitu banyak pada kepalamu. Dokter mengatakan pembuluh darah pada otak sebelah kirimu putus dan akan membuatmu lupa akan segalanya, semuanya. Dan mulai saat itu Eomma mengasuhmu, mengajarimu hal yang baik dan menyayangimu seperti orang tua pada umumnya. Tak akan memiliki takdir yang sama seperti orang tuamu yang menjadi Pembunuh Bayaran!”

“Tapi itu begitu sangat sulit bagi Eomma. Keberadaanmu sebagai anak pembunuh bayaran telah di ketahui oleh banyak orang sehingga semua orang tua menjauhkan anaknya darimu.dan keberadaanmu juga telah di ketahui oleh keluargamu. Adik kandung dari Ayahmu. Mereka ingin mengambilmu kembali, memintamu secara kasar kepada Eomma. Tapi Eomma terus menolaknya, karena bagaimanapun kau memiliki masa depan yang baik. Kau juga tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan penyakit yang kau derita selama ini Eonni. Eomma ingin yang terbaik untukmu Eonnie. Sadarlah!”

“Hingga ia memilihku untuk berada di sisimu, agar kau berubah dan tersenyum juga bermain seperti anak pada umumnya. Memiliki takdir dan cita-cita masa depan yang dapat berguna bagi orang lain.”

Terkejut dan Hangat. Ia tiba-tiba memelukku. Pelukan yang sangat erat. Keinginan untuk membalas seperti sangat berat, aku tak bisa melakukannya atas apa yang telah ia dan Eomma lakukan padaku selama ini.

“Eonni, walaupun keluargaku juga di bunuh oleh Pembunuh Bayaran, tapi aku tidak ingin dan tidak mau membencimu. Karena, aku tau dan mengerti bagaimana posisimu dan juga perasaanmu. Aku menyangangimu Eonni, sangat menyayangimu. Jangan begini lagi! Aku. aku ingin kau benar-benar menjadi kakak perempuan bagiku. Karena hanya kau dan Eomma yang aku miliki. Kembalilah seperti dulu, Eonni. Ku mohonn~”

“LEPASKAN AKU!!”

“Eonnie~”

“Sudah terlambat! Aku akan mendengar semua ini dari mulutnya sendiri!”

“Eonnie!!”

Hatiku, hatiku sudah menjadi beku. Sudah terlalu dalam dan membentuk bekas yang sangat menyakitkan oleh kebohongan tersebut. aku harus segera pergi dari tempat ini. Jika aku tidak ingin menjadi gila karena kebohongan tersebut. aku akan bicara padanya, aku harus mendengar semua darinya. Ia’lah yang harus bertanggung jawab.

“Kau tidak bisa mengambilnya!!”

GLEK! Ada apa ia berteriak? Dengan siapa ia berbicara di dalam sana. Mengapa begitu menekan pada beberapa kalimat?

“Aku bisa saja membunuhmu dan anak asuhmu yang satu lagi, yang telah menemani keponakan kami. Tapi karena kau masih memiliki kewenangan, aku harus tetap menjaga jarak antara dirimu. Cepat atau lambat dia pasti akan kembali kepada kami. Keluarga Kandungnya. Dan meneruskan takdir keluarga seorang Pembunuh Bayaran!”

“Berhenti berbicara seperti itu di rumahku! Aku tidak akan menyerahkannya smeudah itu padamu. Aku tidak akan membuat masa depannya menjadi hancur hanya karena pekerjaan kotor tersebut! seharusnya kau dapat melihat sekarang ia bahagia dan dapat memilih jalannya sendiri!”

“Sssstt~ Na Yeong-ah~ kau tak berpikir untuk menjadikannya sepertimu bukan? Yang sebenarnya telah___”

“Apa yang kalian sembunyikan dariku?”

“Hyo-ngie-ah?”

“Ah, ternyata kau sudah mendengar dari tadi. Kau tumbuh menjadi semakin cantik, sama seperti ibumu. Annyeong Seung Hyo-ah~. Walaupun itu bukan nama aslimu ^^”

“Siapa kau?”

“Hmm.. Apakah begitu caramu menyambut paman yang sangat merindukan keponakan tercintanya? Kau tak ingat lagi pada pamanmu?”

“Diamlah Yoon Jae-ssi!! Pergilah, aku akan tetap pada pendirianku!”

“Wahh, sepertinya aku telah di usir. Hmm.. baiklah aku tidak ingin memaksamu. Tapi Seung Hyo-ah, apa kau mengetahui mengenai keluarga kita?”

“Apa maksudmu?”

“Sepertinya tidak! Ah, Gaya bicaramu mirip sekali dengan kakakku, tegas dan dingin. Kau sudah dewasa apakah Na Yeong sang ibu angkatmu tidak menceritakan sama sekali padamu?”

“Pergilah Yoon Jae-ssi!!”

“Ya sudah, sepertinya hwa di sini semakin memanas. Na Yeong –ah ~ kau harus menceritakan semuanya pada keponakanku. Dan sepertinya aku sudah terlalu lama di sini. Ingat! Jangan ada yang kau tutupi lagi Na Yeong-ah~”

“Diamlah dan segera keluar dari rumahku!!”

“Ah, ya! Seung Hyo-ah ~ ini kartu namaku, jika kau ingin pulang maka kami siap menerima kapanpun kau mau. Karena kami sangat menunggumu, berkumpulah bersama kami. Karena mereka yang membenci dirimu akan sadar betapa pentingnya arti dirimu dan menyadari kesalahan mereka.”

GLEK. Apa maksudnya? Maksud dari bisikan pada kalimat terakhir yang ia berikan padaku. Hatiku, hatiku merasa terpacu begitu cepat.  Aku melihat kartu nama tersebutyang tertera jelas nama dari lelaki paruh baya tersebut Choi Yoon Jae.

“Hyo-ngie-ah~”

“BERHENTI MEMANGGIL NAMAKU SEPERTI ITU! JELASKAN! JELASKAN SEMUANYA!!!”

“Mianhae. Jeongmal Mianhae Hyo-ngie-ah~ hingga akhir Eomma benar-benar belum bisa melindungimu.”

“Aku sama sekali tidak mengerti dan tidak pernah mengerti!”

“Hyo-ngie-ah~ kau memang sudah tau bahwa aku bukan ibu kandungmu dan aku yang memberi nama baru untukmu. Agar kau melupakan masa lalumu, tapi. Tapi aku tidak berniat untuk menghapus semua masa lalumu Hyo-ngie-ah! Karena bagaimanapun aku selalu berharap ada yang terbaik untukmu. Dan aku tak sadar bahwa aku begitu ceroboh!”

“Aku ingin tau, apa yang terjadi pada orang tuaku? Mereka? Mereka meninggal bukan karena kecelakaan mobil seperti katamu bukan?”

“Hyo-ngie-ah, kau tidak pantas untuk mengetahui semua ini. Kau bisa memilih jalan yang benar bersama kami disini!”

“Walaupun begitu. Setidaknya aku tau mengapa orang tuaku meninggal! Dan berhenti bersikap kau seolah-olah menjadi pahlawan bagiku. Karena itu akan membuat aku semakin membencimu!”

“Sepertinya kau telah menutup pintu hatimu rapat-rapat! Baiklah, percuma saja jika aku terus mengelak. Setelah kau tau hal ini, Eomma mohon untuk tetap di sini, bersama kami!”

“Akan aku pikirkan itu ketika kau langsung saja bercerita dan tidak berbelit-belit!”

“Orang tuamu adalah Pembunuh Bayaran Hyo-ngie-ah~ mereka membunuh hanya dengan nafsu belaka tanpa ada rasakasihan. Dan benar, mereka mati bukan karena kecelakaan mobil. Tetapi juga di bunuh, oleh orang suruhan pemerintah yaitu Aku! aku’lah yang membunuh orang tuamu.”

GLEK!! Bohong. Itu bohong! Orang yang telah merawatku semenjak umurku 4 tahun, yang aku tau seorang malaikat bagiku. Ternyata itu hanya sebuah topeng baginya, untuk menutupi rasa bersalahnya. Atau bahkan ia berencana untuk membunuhku juga?

“Aku adalah orang yang bekerja pada pemerintah untuk membunuh semua Pembunuh tangan Kotor dan dalam daftarku orang tuamu juga termasuk kedalamnya. Tapi, tapi aku sama sekali tidak mengetahui bahwa kau akan ikut terseret dalam kejadian tersebut. aku hanya mencoba menjalani kewajibanku Hyo-ngie-ah~. Aku hanya ingin kau mengerti. Karena kali ini aku memiliki kewajiban untuk menjagamu.”

“Untuk Apa? Apakah itu tugas dari pemerintah juga? Mengurungku dan sengaja menghapus semua masa laluku? Mengasihaniku karena penyakit ini? Menjauhkanku dari semua fakta, padahal di luar sana jutaan pasang mata menatap dengan kebencian kepadaku? Dan berbohong dengan bekata ‘ini yang terbaik untukku’? Kau Munafik Na yeong-ah~ sebenarnya kau lah yang membesarkanku dengan membentuk kepribadian yang semakin membencimu!!”

“Hyo-ngie-ah. Aku tidak ingin mengurungmu atau menyembunyikan penyakitmu. Aku hanya belum bisa menemukan donor jantung yang tepat untukmu. Aku ingin kau tumbuh menjadi anak pada umumnya walaupun memiliki kekurangan, aku tak akan membiarkan mereka mengejekmu! Aku berusaha mencarinya, mencarikan pendonor jantung untukmu! Aku ingin menjaga dan melindungimu. Hanya itu Hyo-ngie-ah!!”

“Sekarang aku mengerti dan tak ada yang bisa ku maafkan atas semua kebohonganmu. Ini memang bukan tempat yang pas untukku. Aku akan pergi, berkumpul bersama keluarga kandungku dan memenuhi takdir awalku. Kau tidak bisa menahanku, kau bukan ibu kandungku atau keluarga asliku. Ah, ya aku sangat berterima kasih padamu. Karena kau membesarkanku dengan sangat baik.”

Aku memilih keputusanku sendiri. aku yakin ini benar, dengan keluar dari tempat ini aku akan menjadi lebih baik dan takkan ada kata Penyesalan.

“Ahjussi, kau di mana?”

“Aku tau kau pasti akan segera menelponku. Aku belum pergi Seung Hyo-ah. Aku menunggumu, tepat di depan rumahmu.”

FLIP.

Yang terbaik untuk drikiku sendiri hanya berkumpul bersama keluarga kandungku. Tapi jantung ini. Anehnya semakin terasa sakit dan menyempit. Bertahanlah. Sekali lagi bertahanlah Seung Hyo-ah. Aku sekarang harus membuktikan kepada dunia bahwa aku dapat berdiri dan pantas berada di tempat yang sama seperti mereka semua. Aku harus membalas semua rasa benciku juga terhadap mereka.

~~~ Ill Feeling ~~~

5 Tahun Kemudian.

Tak ada yang berubah, masih sama. Kebencian masih menyelimuti hatiku. Semua tetap melekat dengan sangat erat dan menjadi satu. Amarah. Aku memilih takdir yang sudah seharusnya aku lakukan. Tapi hingga saat ini aku masih belum bisa melakukannya sendiri. Darah, suara pelatuk dari senjata api tersebut dan tangisan selalu membuat dadaku menjadi sesak. Selalu terbayang masa laluku jika melihat semua itu. Dan tubuh ini, terus bertahan walaupun terlihat semakin lelah.

“Evilliey~ ini tugas pertamamu, yang harus kau kerjakan sendiri! kau sudah cukup berlatih bersamaku membunuh orang-orang yang penuh dosa lebih dari kita. Kau’pun akhirnya sadar bahwa ini bukan perkerjaan yang buruk dan menguntungkan bagi kita. Karena kita hanya akan memusnahkan orang yang tak pantas berada di dunia dan mendapat bayaran yang lebih besar. Aku hanya berharap kali ini kau tidak menjadi lemah. Karena sudah selama 5 tahun ini aku banyak melihat perkembanganmu. Kau mau kan melakukan tugas pertamamu secara mandiri?”

“Ne, Ahjussi. Aku akan melakukan apapun!”

“Hmm. Tatapan dan sikapmu tidak pernah berubah sama seperti orang tuamu, tapi jangan terlalu dingin Evilliey. Kau terlihat seperti robot. Anggaplah paman mu ini adalah ayahmu juga. Karena kami, keluargamu sangat menyayangimu juga. Tapi,ya sudahlah. Aku tau kau tidak akan menanggapinya!”

“Di mana aku harus melakukan pekerjaanku selanjutnya?”

“Hmm.. sepertinya kau mulai bersemangat! Baguslah.. Ini! Bunuh wanita yang ada di photo ini!

GLEK.

“Bunuh wanita yang telah membunuh orang tuamu. Kau harus membalaskan dendam kedua orang tuamu, Evilliey-ah! Kau bisa bukan?”

Aku. mengapa tanganku begitu berat dan kakiku begitu sulit untuk melangkah. Pekerjaan pertamaku, untuk membuktikan keberadaanku di keluarga ini. Wanita ini, wanita yang harus kulupakan selama 5 tahun ini.

“Evilliey-ah? Kau bisa bukan?”

“Ne, Ahjussi! Akan segera kulakukan!”

Dari awal keputusanku adalah takdir yang ku pilih, aku tak boleh lengah, dia bukan orang yang penting bagiku. Aku tidak perlu merasa takut. Aku tetap harus membunuhnya, sekalipun dia adalah orang yang telah membesarkanku. Balas Dendam. Mungkin itu bisa mentupi segalanya dan tidak membuatku ragu dan kata yang cukup untuk bisa membunuhnya.

~~~ Ill Feeling ~~~

Rumah ini, tidak berbeda setelah kepergianku. Tapi semakin gelap dan sunyi. Piano itu, masih ada. Semuanya masih ada dan sama.

KLEK!

“Hyo-ngie-ah~ kau datang? kau menjenguk Eomma? Eomma sangat merindukanmu. Begitu juga dengan Hye__”

“Jangan mendekat!”

“Ah. Pistol itu? Ternyata kau kesini ingin membunuhku. Benar, mengapa aku tidak berpikir. Cepat atau lambat kau pasti akan menodongkan pistol itu untukku! Ternyata kau memang begitu membenciku selama ini.”

Wajahnya, Senyumannya menjadi sendu. Ia begitu pucat. Dan dirinya terlihat begitu kacau, matanya sembab. Apa yang terjadi padanya?

“DIAMLAH!!”

“Tatapanmu, wajahmu dan juga Perasaanmu. Aku dapat merasakan semua itu. Begitu gelap dan penuh dengan Dendam. Tapi sebenarnya kau masih takut bukan, Hyo-ngie-ah?”

Tanganku bergetar, aku tidak dapat menarik pelatuk ini. Apa yang terjadi padaku, mengapa aku menjadi selemah ini. Akh! Dadaku, jantungku! Sakit! Tidak, Tidak! Jangan sekarang, aku harus bertahan. Aku harus bertahan untuk di akui dunia.

“Apakah kau di jadikan seorang robot oleh keluarga kandungmu sendiri? Sangat terlihat dari sikapmu Hyo-ngie-ah~ apa kau tidak sadar? Mereka hanya menjadikanmu manusia kotor, kau tidak pantas melakukan hal ini Hyo-ngie-ah!! SADARLAH!!!”

“Untuk yang terakhir, apakah kau mempunya kata terakhir. Karena aku tidak ingin membunuhmu dengan sia-sia!”

“Bisakah kau tak menggubris kata-kataku? Memanggilku dengan sebutan ‘Eomma’ lagi? Aku merindukanmmu yang selalu bersikap manja kepadaku. Bernyanyi bersama sambil bermain piano kesukaanmu. Dan melewati malam dengan saling memeluk. Aku merindukan semua itu Hyo-ngie-ah! Aku sangat merasa bersalah selama ini, aku tau ini hukuman bagiku. TapI jangan bersikap seperti ini. Jangan menajdi seperti ini!”

“Diamlah Na Yeong-ah!! Itu hanya masa lalu!!”

“TAPI ITU BERHARGA UNTUKKU!! Awalnya aku’pun membencimu tapi karena pemerintah memberikan hak asuhmu kepadaku, untuk merubahmu. Aku menolak, karena banyak ibu yang bisa merubahmu selain aku. tapi saat itu kau menarik bajuku dan menangis. Kau mengatakan bahwa kau takut. Aku memang telah terperdaya oleh tangisan itu.”

“Hari Demi hari berlalu, kau sering menunjukan senyumanmu. Hatiku sedikit terbuka dan mulai menerima keberadaanmu. Dan muali saat itu aku berhenti dari pekerjaanku untuk merawatmu, mengajarimu banyak hal. Karena pada saat itu kau telah lupa segalanya. Aku berjanji kau akan menjalani kehidupan seperti anak biasa. Namun sepertinya aku memaksamu. Karena, penyakitmu, aku baru mengetahuinya saat kau pingsan dan mengeluarkan darah pada hidungmu. Aku selalu mengatakan kau hanya terlalu lelah. Padahal kau menerima beban yang sangat berat, menanggung itu sendiri. tak ada yang bisa ku lakukan. Tapi, aku ingin tetap bisa melihat senyumanmu. Walaupun aku harus mengurungmu saat itu, bukan hanya demi diriku, demi dirimu. Udara di luar sangat dingin dan membuat penyakitmu kapan saja bisa kambuh tapi di lain hal ada pasang mata yang sebenarnya ingin membunuhmu, mereka juga ingin membalas dendam atas perbuatan orang tuamu!”

“Aku Tak ingin kau di anggap sama seperti orang tuamu, takdirmu lebih baik lagi. Maafkan aku. aku hanya bisa memberikanmu teman sekaligus saudara untuk menemanimu bermain. Dan aku bisa melihat, kau kembali ceria dengan senyuman itu lagi. Bahkan aku tidak sadar sekarang senyuman yang dudlu sekarang telah berubah menjadi Dendam yang dalam bagimu. Maafkan aku, maafkan aku Hyo-ngie-ah! Aku hanya bisa melakukan semuanya di belakangmu, tidak berani mengatakan yang sejujurnya di depanmu. Sekarang hukumlah aku dan bunuh aku. itu pantas jika nanti akan membuatmu tenang, tapi berjanjilah untuk kembali dan tersenyum seperti kau yang dulu!”

Tanpa ku sadari ternyata telah banyak air mata yang mengalir dari mata ini. Mengapa, mengapa luka ini menjadi terbuka kembali. Dan mengapa ia baru menjelaskan semuanya sekarang? Kenapa baru aku mendengarnya hari ini? Ini kejam dan tidak adil!! Di saat aku telah berubah menjadi orang yang jahat.

“Mulai sekarang, kau harus memanggilku Eomma! Arraseo? ^^”

“Hmm.. Bagaimana kalau namamu mulai sekarang adalah Kim Seung Hyo dan aku akan memanggilmu Hyo-ngie. ^^”

“Hyo-ngie-ah~ Uljima~ Mereka tidak membencimu, mereka hanya belum bisa beradaptasi dengan teman baru. Lebih baik sekarang kita pulang dan bermain Piano bersama. Eomma akan mengajarimu lagu Twinkle Twinkle. Ottokhae? ^^”

“Hyo-ngie-ah~ jangan lupa sikat gigimu setelah makan!”

“Eonni~ Saengil Chukhaeyeoo~ Kami Mencintaimu. ^^”

“Eonni, kita akan membuat istana coklat bersama dan menikmati seluruh coklat di dunia bersama juga ^^”

 

Kenagan itu terus berputar di memori otakku. Kerja kerasku selama 5 tahun ini hanya sia-sia. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Karena mereka, Eomma dan Hyeara’lah yang sebenarnya keluargaku,keluarga yang menjaga dan melindungiku dengan tulus walaupun bukan keluarga kandungku. Tanpa aku sadari, sebenarnya aku telah membunuh perasaan mereka menjadi tangisan. Ternyata wajah wanita paruh baya ini yang semakin pucat karena memikirkanku.  Ia banyak berjuang untukku. Aku bersalah. Mianhae Eomma!

DORRR!!!

“Hyo-ngie-ah!!!”

“Eomma, suara apa it___. Seung-Seung Hyo Eonni!!!”

“Hyo-ngie-ah, Hyo-ngie-ah!!

“Eomma ~”

“Hyo-ngie-ah! Hiks Hiks!”

“Mianhae. Tak ada yang bisa ku lakukan lagi. Jika aku tetap hidup, maka aku hanya akan semakin menderita. Mereka, keluarga kandungku, sebenarnya telah mengetahui penyakitku. Dan aku melihat wajah kekecewaan pada tatapan mereka. Namun mereka menyembunyikan semua itu. Aku tidak ingin di abaikan lagi Eomma. Aku sudah banyak bertahan dan cukup tersiksa. Caraku untuk tetap di anggap menjadi bagian keluarga kandungku dan menjadi kuat hanya dengan membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa menjaid penerus keluarga mereka dan juga bertahan lebih lama dengan penyakit ini! Eomma~ aku telah melihat banyak darah. Aku melihat tatapan kebencian mereka semakin banyak untukku. Maafkan aku, Eomma!!”

“Hyo-ngie-ah~ Jangan katakana semua itu. Eomma’lah yang meminta maaf! Eomma mohon jangan katakan itu lagi dan bertahanlah lebih lama sekali lagi saja.”

“Eonni~ jangan pergi ~ Hiks”

“Hyeara-ah~ aku meninggalkanmu 5 tahun ini ternyata kau sudah tumbuh semakin cantik. Aku sangat merindukanmu. Apakah istana colat pasir kita masih utuh? Maafkan aku! kau pantas membenciku atas tindakan orang tuaku. Tapi, bisakah aku tetap menjadi kakak perempuan bagimu? Uhuk Uhuk..!!!”

“Eonni, jangan berbicara lagi. Kau menegluarkan banyak darah. Aku akan menghubungi dokter!”

“Jangan! Aku mohon jangan pergi! Tetap di sampingku seperti biasanya. Aku ingin melihatmu dan Eomma lebih lama lagi.”

“tapi Eonni?”

“Tidak, tetaplah disini. Aku sangat merindukan wajahmu dan Eomma! Aku ingin melihat kalian tersenyum lagi. Jadi, berhentilah menangis, Eomma, Hyeara-ah~! Karena, Aku. uhuk Uhuk!!”

“hyo-ngie-ah!”  “Eonnie!”

“A-Aku mencintai kalian. Terima kasih ^^”

Aku tetaplah memberikan kesedihan bagi mereka untuk yang kesekian kalinya. Bahkan di akhir hidupku aku meninggalkan kesan yang buruk untuk mereka. Dan hingga akhir, aku tak dapat menggapai masa depan yang seperti kami rencanakan. Aku sangat bahagia, hingga akhir hidupku, senyumanku tetap ada.

Keluarga kandungku, mereka telah berada di tempat yang tepat dengan hukuman yang pantas atas perbuatan mereka selama ini. Dan keluarga angkatku, mereka menjalani kehidupan seperti biasanya dengan membentuk sebuah asosiasi bagi anak-anak yang memiliki kekurangan sepertiku, untuk bertahan dan mencapai masa depan yang lebih baik juga berguna bagi orang lain. Aku sekarang begitu tenang, walaupun sebenarnya aku sangat merindukan mereka. Kehangatan Eomma dan Senyuman Hyeara. Suatu saat kita pasti bisa bertemu dan berkumpul bersama menjadi sebuah keluarga yang abadi. Jangan lupakan bahwa aku selalu mencintai kalian.

THE END

Kegelapan yang diselimuti Kehangatan. Kebohongan yang di penuhi dengan Senyuman. Kebahagiaan yang berakhir tangisa. Akan terjadi pada setiap manusia. Tapi, takdir tidak dapat membuat sebuah ikatan yang kuat menjadi berubah.

Kita memang tidak akan di pertemukan di dunia, tempat kau tinggal saat ini. Tapi aka nada dunia penuh cahaya, kehangatan, kebahagiaan yang mempersatukan ikatan kita menjadi lebih abadi. Percayalah itu.

 

NOTE : Annnyyeeeeeeonnnngggg ~ huaahhhh lama banget ga ketemu! Ehh muncul-muncul malah bikin epep yang tragis begini, tapi endingnya lumayanlah.. bener kan? U,u epep ini menurutku sangat kacau dengan bahasa yang galau abis Dan lagi lagi lagi, aku memakai dan karakter milik orang lain, Mianhae Hyeara-ah~ aku tidak memiliki imaginasi untuk membuat nama korea, lagi pula hanya kau yang ku ingat. Semoga tidak marah yaa~ hehexD. Tapi yang paling bikin author malu di sini adalah Typo, pasti banyak khan typonya? jadi author meminta maaf jika ada banyak typo, karena udah berkali-kali aku coba periksa ah~ satu lagi, soal alur! Author paling kacau kalau soal author karena paling suka bikin ending doang! Wkwkw xD. Oya, author mohon kritik dan sarannya yaa buat epep kedua kali ini. Author terima walaupun kritik dan saran yang pedas sekalipun karena udah kebal dengan semua itu. Kkk~ xD *bohong, ujung-ujungnya jedotin pala sendiri ke dinding karena kebodohan sendiri /ehh/ #abaikan* Gomawoo yang udah bersedia buat nge-like. Dan yang udah coment jeongmal jeongmal Gomawoooo~ coment kalian adalah oksigen buat saya. Hehe xD. Selamat menjalankan Ibadah puasa bagi yang sedang menjalankannya, semoga mendapat berkah dan pahal ^^ SEMANGAT buat Puasanya! jangan lupa kirimkan author’nya THR yaa ~ /dicekek/ Oke, Byeee Byeee ~ sampai jumpa di epep selanjutnya yaaa ^^ Saranghaeyooo-yong-yong-yong ~ ~ ~ :* /bow/